Review Cek Darah dan Urin Anak di Prodia Childlab Jakarta

Friday, May 18, 2018

Usia 4 bulan Ahza direkomendasikan oleh dsa-nya untuk mengonsumsi suplemen zat besi. Hal ini dikarenakan: pertama karena dsa-nya menganut pedoman dari IDAI bahwa mulai usia 4 bulan semua bayi perlu disuplementasi zat besi; kedua karena waktu hamil saya punya riwayat anemia. Jadi zat besi ini bersifat sebagai langkah preventif.

 Tempat pendaftaran (foto dari web Prodia)


Anemia Defisiensi Besi (ADB) secara umum rentan terjadi pada bayi baik yang mengomsumsi ASI maupun susu formula. Menurut tulisan di IDAI, saya kutipkan yaa.... "kekurangan zat besi dapat berdampak negatif ke kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motor anak. Anemia defisiensi besi pada anak di bawah usia 2 tahun menyebabkan anak lebih “lemot” dalam merespon, lebih iritabel dan sulit mengendalikan diri". Selengkapnya klik sendiri yaa pada link IDAI diatas.

Awal dikasih zat besi, dsa tidak melakukan skrining darah, karena beliau mengikuti referensi yang menyatakan bahwa suplementasi zat besi yang dimulai pada usia 4 bulan bisa langsung diberikan tanpa skrining terlebih dahulu. Nah, waktu usia 8 bulanan, baru deh Ahza diminta cek darah untuk mengetahui 'khasiat' zat besinya. Hasil cek darah ternyata menunjukkan kadar besi Ahza mepet banget, bahkan cenderung minim. So... lanjut lagi deh terapi zat besinya dengan dosis yang ditambah, ewww....

Ferlin drop rasa strawberi menjadi merk pertama suplemen zat besi yang dikonsumsi Ahza. Selanjutnya diganti Ferris drop yang kandungan besinya lebih pekat. Pernah juga Maltover drop. Tapi dari ke-semuanya, setiap kali minum, pasti ada adegan hoek meski tanpa muntah. Paham siii.. secara rasanya kayak karat besi. Dulu jaman saya kecil disuruh minum Sangobion cair aja ogah2an. Hahaa...

Waktu diambil darah Ahza nangis gak? 

Wuiiiih kuejeerrrr, kayak digebukin! Sampai petugasnya ikutan 'jirih' dan yang seharusnya dilakukan 1 orang jadi 2 orang saking berontaknya si bocah. Huuu... Papa-nya juga ikutan engga tega, jadi gak bisa pegangin dengan benar. Alhasil yang megangin saya deh, untuk urusan beginian saya kayaknya lebih tega. Mau gimana lagi kaan.... Btw, cek darah pertama untuk ADB ini dilakukan di rumah sakit Hermina. Cek-nya cek darah lengkap tapi minus feritin dan iron.

Nah pas umur 10 bulanan, kebetulan pas jadwalnya Ahza imunisasi (PCV kalau gak lupa) sekalian saya tanyakan lagi ke dsa (yang baru lagi) tentang perlu tidaknya cek darah ke-2. Dsa langsung membuat rekomendasi untuk cek darah lagi, tapi kali ini ada 2 item tambahan, yaitu cek kadar besi (iron) dan feritin, karena jika cek Hb saja masih kurang kuat untuk penegakan diagnosa ADB.

Mengingat 'drama' super heboh waktu cek darah pertama, saya mesti putar otak nih. Saya mau cek darahnya harus ditempat yang nyaman. Itu artinya jangan di RS lagi. Lalu tercetuslah ide untuk cek darah di Prodia Childlab Jakarta. Cek-cek waktunya, kami putuskan pas akhir pekan, alhamdulillah buka dari jam 07.00 - 15.00. Lokasinya memang jauh dari Bekasi, tapi kami berharap that's worth. 

Cerita di Prodia Childlab Jakarta

Menurut review dari para netijen dan blogger, lab ini sangat customer friendly. Bahkan ada yang bilang anak jadi gak takut disuntik. Sangat menggiurkan lah pokoknya. Bagaimana kenyataan yang saya alami?





Antara main sekolah2an dan main ala2 wawancara kerja ya.. hehe


Pertama kali masuk gedungnya saya langsung terkesima. Tempatnya bersih dan wangi. Cenderung seperti hotel kecil. Pasien yang datang waktu itu juga relatif sepi, terutama yang bagian anak-anak. Waktu itu, hanya ada 2 pasien termasuk Ahza. 

Begitu datang langsung melakukan pendaftaran. Setelah itu anak akan diolesi krim pengurang rasa sakit sambil menunggu giliran. Sembari menunggu, Ahza main-main di area bermain anak yang sudah disediakan. Area mainnya luas, bersih, dan mainannya cukup banyak. Mainan yang disediakan ada puzzle, balok-balok, bola, donat kayu susun, buku cerita, meja bangku mini dan perosotan. Pokoknya seru dan Ahza sangat suka. 

Arena bermain (foto dari web Prodia)

Beberapa menit kemudian, Ahza dipanggil petugas. Siap-siap deh untuk diambil darahnya. Ada beberapa ruangan pengambilan darah di Prodia Childlab. Semuanya didesain warna warni khas anak-anak. Sebenernya sangat hommy dan nyaman. Sayangnya waktu itu saya gak ada niatan buat foto-foto karena gak kepikiran untuk menulis review. Petugasnya juga ramah banget. Tapi begitu masuk, Ahza tiba-tiba nangis mewek-mewek gitu. Apalagi pas ditaruh kasur. Alamaak... ternyata drama tetap terjadi sodara sodaraaa, meskipun gak separah waktu di rumah sakit. Setelah pengambilan darah selesai, Ahza diberi selembar stiker gambar ikan-ikan lucu sebagai hadiah hiburan. Malah anak sebelum Ahza dikasih eskrim, karena anaknya emang sudah lebih besar. Hehee...

Oiya, selain cek darah, saya berinisiatif memeriksakan urin Ahza, pengen tahu apakah ada gejala ISK atau tidak. Cek urin kan hanya menampung pipisnya Ahza, jadi tidak ada tindakan yang menyakitkan. Yang diperlukan adalah kesabaran menanti si pipis itu datang. Dan entah kenapa tumben banget Ahza gak pipis2, tahu kali ya mau dicek. Atau bisa jadi Ahza risih karena dipasangi plastik penampung pipis. Hohoo. 

Sejam gak keluar, 2 jam gak keluar juga, sampai saya ngantuuuk berat. Suami juga. Dan LAPER. Minusnya di Prodia Childlab tidak tersedia kantin. Jadi suami mesti nyari makan siang agak jauhan. Bisa aja sih pakai Gofood, tapi karena lagi pengen berhemat, demi nasi kebuli *haha* jadilah nyari maksi yang murah meriah. 

Sementara suami mencari makan, saya dan Ahza melipir ke Ruang Menyusui, untuk....tidoor. Alhamdulillah banget karena sepi jadi gak ada saingan deh. Hehee.. Ruang menyusuinya bagus loh, kursinya ada banyak. Sayang AC-nya super dingin, dan gak disediakan remote. Mungkin kedepan perlu disediakan remote AC agar pengguna bisa mengatur suhu secara mandiri.

Sampai kira-kira jam 3 belum juga ada tanda-tanda urin Ahza mencukupi kapasitas minimal untuk pengecekan. Padahal Prodia sudah waktunya tutup. Meski begitu, petugas Prodia Childlab masih setia menunggui kami. Pokoknya sampai Ahza pipis lagi. Baik ya, tapi kami jadi gak enak hati. Jam 4 kami putuskan untuk cancel aja cek urinnya Ahza. Dan ternyata pas mau saya mau makein Ahza popok lagi, kantong urinnya sudah penuh. Alhamdulillaah..., tau aja bocah mau diajakin pulang. Hehehe....

Karena sudah sangat sore, dan sudah seharusnya tutup, hasil medical checkupnya tidak bisa ditunggu hari itu. Petugas menjanjikan hasilnya pada hari Senen dan dikirim via email. Sebuah kemajuan gak sih hasil medcheck sekarang bisa dikirim via email? Jadi kami gak perlu balik ke Prodia cuma untuk mengambil hasilnya. Bahkan Prodia sudah punya mobile/website yang juga bisa menampilkan hasil medcheck, hanya saja agak ribet karena mesti registrasi dulu, dan satu akun satu nama. Kelamaan. Jadinya para petugas Prodia lebih merekomendasikan email. 

Bagaimana Hasilnya?

Wuu... deg-deg-an euy, berasa mau terima rapot. Senen pagi, masuk lah email dari Prodia. Pelan-pelan bacanya, amati, resapi, cek ricek aneka bacaan dan referensi. Secara angka-angka tidak ada yang out dari nilai rujukan walaupun ada beberepa yang mepet. Agar pasti saya langsung WA dsa-nya Ahza (dr Apin, btw). WA pagi, dibalesnya malem euy. Huhu dsa-nya sibuk. Tapi alhamdulillaaah, Ahza dinyatakan bebas dari ADB dan tidak ada tanda ISK. Nilai feritin dan iron-nya bagus. Tapi terapi zat besinya tetap harus dilanjutkan sampai usia 12 bulan dengan dosis yang dikurangi jadi setengahnya. Yeaay, no more hoek2 ya Nak... 

Kira-kira gitu deh cerita review kali ini. Semoga bermanfaat yaa...

-------------------------------

Prodia Childlab Jakarta
Prodia Tower Lantai 4
Jl. Kramat Raya No.150
Telp : 021-29803800 ext 3904
Fax : 021 3190 7755
childlab@prodia.co.id

Sabtu buka jam 07.00-15.00

-------------------------------
Foto-foto dari dokumen pribadi dan dari website: http://prodia.co.id/id/ChildLab

\\


You Might Also Like

2 Comments

  1. Prodia Childlab hanya ada di Jakarta ya Bun?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada di surabaya juga kayaknya mba

      Delete

Thankyou very much for dropping by. Tapi maaf saya moderasi ya, untuk menghindari spam dan komen dg link hidup. Bila waktunya luang pasti akan saya balas dan kunjungi balik blog kalian :)

Member of

Blogger Perempuan

blog stats

Subscribe