Cerita Nja 23 Bulan

by - Friday, May 03, 2019

Sekarang setiap sampai rumah sepulang kerja, Nja selalu sudah siap di ruang tengah. Belum juga saya atau papanya mengucap salam sudah dapat teriakan "Mamaaaah" atau "Papaaaah" sambil cengar cengir dan lari mendekat. Manis banget dan bikin hati hangat nggak siiih?




Sampai dengan usianya yang hampir 2 tahun ini, rasanya sudah banyak milestone yang dicapai Nja. Dan sudah semestinya saya bersyukur atas pencapaian yang diraih. Nggak melulu pusing dengan peer-peer yang masih berjalan, huhuuu...

Baca kabar Nja saat umur 0-6 bulan di sini dan saat Nja umur 7-12 bulan di sini.

Jadi sekarang Nja sudah bisa:

Merangkai satu kalimat bermakna, kadang-kadang bisa jadi kalimat majemuk sederhana. Misalnya: "Ayo papah pergi, naik motor mamah" atau "Papah ayo pergi beli ekim". Walaupun ngomongnya sudah lumayan, Nja masih belum bisa cerita tentang kejadian yang dialami sebelumnya (kejadian lampau - halah bahasanya...). Jadi saya belum bisa mendapatkan cerita sehari-hari Nja selama ditinggal kerja, kalau tidak dipancing. Milestone ini yang saya pengen banget segera bisa dicapai Nja, biar Nja bisa cerita-cerita lebih banyak lagi saat tidak bersama saya atau papanya. Tapi anehnya Nja malah lebih bisa mengingat ulang cerita inti dari buku cerita. Contoh: cerita tentang anjing yang terluka di buku. Ketika Nja buka bukunya dia akan bilang "Mamah, guguk nangis, kena paku kakina....".

Menghapal, mulai dari jenis motor (tertentu), warna, nama hewan, bunyi hewan, tokoh-tokoh dalam buku cerita dan membedakan panggilan ke orang lain. Maksudnya, Nja sudah bisa menyebut orang dewasa asing dengan sebutan om kalau laki-laki dan ibu kalau perempuan; menyebut Kaka untuk anak-anak yang lebih tua, dan Dedek untuk yang terlihat lebih muda (bayi). Kalau yang sepantaran saya memang mengajarkan untuk menyebut langsung nama saja. Misal kepada sepupu2nya. Karena toh yakin deh ntar kalau udah pada gede akan aneh manggil yang seumuran dengan sebutan mas dan adek. Apalagi yang sama-sama cowok. Realistis ajaa... 😎 Yaah walaupun sekarang papanya dari awal membahasakan Nja sebagai Mas, tapi asli di dalam hati saya kurang setuju, wkwk...

Baca: Kata pertama yang diucapkan Nja

Ngomong-ngomong tentang motor, ya begitulah Nja, kalau sama papanya pasti maunya main motor-motoran sampai hapal tiap jenis, suara dan seri motor. Yang sudah dihapal Nja: motor mio mamah, motor alfa jadul, motor RXKing papah, motor akung jadul, motor Beat punya tantenya, dan sekarang tambah motor gede yang dia sebut sebagai motor bumbum. Kalau sudah urusan motor, biarpun saat itu lagi nenen atau main sama mama, bisa saja langsung ngacir ke arah motor ngajakin papanya πŸ˜” 

Tentang belajar warna, saya punya ceritanya sendiri. Sebelum benar-benar saya klaim dia ngerti warna, saya sering iseng2 kasih Nja tebakan warna, dan selalu dijawab dengan "Ijo". Berhubung saya punya sedikit darah visual, pengen rasanya segera mengajarkan Nja untuk mengenal warna.

Awalnya saya mau beli buku First Color, tapi kok nggak nemu-nemu yang pas. Akhirnya saya ajari langsung dengan bola warna warni dan benda apapun yang punya warna. Saya ajari warna apapun yang ada di rumah dulu, seperti: merah, kuning, ijo, biru, hitam, putih, orange, ungu dan pink. Mainnya masih tebak-tebakkan. Dan setiap saya kasih tebakan masih dijawab warna ijo, tapi kalau saya bilang bukan, Nja akan menyebut warna yang lain. Tapi kok kayak ngapalin urutan gitu, jadinya kadang benar kadang salah terutama jika urutan warna yang saya tanyakan berubah. Singkat cerita, dari belajar beberapa minggu sekarang Nja sudah bisa membedakan warna biru, merah, kuning, dan hijau. Warna lainnya masih perlu belajar lagi *Nja remidi, hehe*

Sedikit-sedikit Nja sudah bisa berhitung. Masih bayi diajarin calistung? No...noo.. ini hanya belajar urutan aja dan belum sampai ke bentuknya. Masih secara lisan. Misal sambil pijet2an saya itung jari-jarinya sambil mancing Nja buat ikutan. Hasilnya Nja mulai paham mengurutkan satu, dua, tiga dan seterusnya. Pun dengan huruf Hijaiyah. Bedanya kalau huruf Hijaiyah sekalian saya kasih tahu bentuk hurufnya pakai poster kecil. Beberapa bentuk huruf Nja tahu. 

Menyanyi, tapi ujungnya doang. Hehehe... No problemo, yang penting mau mencoba. Ntar lama-lama juga bisa. 

Memilih dan mengatur orang lain. Contohnya Nja kadang-kadang memilih sendiri baju yang mau dia pakai. Dan kekeuh ketika mama nggak setuju. Nja juga bisa tiba-tiba memilihkan mama harus pakai baju apa di rumah. Dia hapal baju-baju mama dan papanya. Pernah suatu ketika saya pakai kaos papanya dia ribut minta saya untuk ganti. Papanya kemarin baru saja kena aturan Nja pas mau pakai sendal, harus pakai sendal yang Nja tentukan, "Papa, sendal meraah, sendal meraaahh", sementara yang mau dipakai papanya bukan yang merah tapi yang biru πŸ˜‚πŸ˜

Interupsi saat difoto atau syuting. Habis mama cekrak cekrek pasti tahu-tahu datang dan bilang "mama liat, mama liaat", lalu biasanya disertai dengan senyam senyum gaje. Hahaha...

Makan dengan lebih proper: Kadang Nja males disuapi dan memilih (merebut sendok) untuk makan sendiri. Tadinya saya malas dan kuatir bececeran. Ya awalnya memang gitu sih... Tapi makin kesini saya perhatikan makin bener dia menyendok makanan. Bahkan suapannya bisa gede-gede. Mama jadi hepi kaan...

Gocek dan tendang bola dengan kenceng macem papanya yang jaman masih muda hobi banget sama bola. Bahkan bola menjadi mainan terbanyak yang Nja punya. Mulai dari bola warna warni yang untuk mandi bola sampai bola sepak beneran --> ini papanya yang modus sih waktu itu belinya. 

Main vespa dan mobil-mobilan dengan ugal-ugalan. Iya beneran loh suer. Nja klo udah mainan vespa kadang bikin jantung mama atau yang lain deg-degan. Manuver-nya kadang edan, kayak ngasal gitu. Pernah sih jatuh kejeblak, untung nggak kenapa-napa. Sekarang kalau jatuh yang nggak parah sih diem aja sambil kayak gimana gitu, terus giliran ditanyain "Sakit nggak?" dijawabnya "Sakit..." tapi nggak nangis. Huft dasar cowok.

Tahu masjid, suara azan, sedikit bacaan dan gerakan solat. Memang sejak sebelum pergi umroh kami banyak memberi informasi tentang masjid dan solat. Harapannya biar nggak rewel kalau kami tinggal solat saat umroh. Alhamdulillah sampai sekarang Nja jadi ngerti masjid buat apa, dan ketika diajak solat nggak banyak drama. Bahkan kalau ketika adzan berkumandang, dia yang paling semangat ngajak papanya solat di mesjid. Kadang beneran pengen ke mesjid tanpa maksud, kadang juga diselipi modus biar bisa motoran, hahhahaha....

Bisa ngisengin dan modusin orang. Nggak tahu ini bisa dibilang sebagai kemampuan atau bukan, tapi karena tingkahnya masih lucu, jadi ya saya bilang ini sesuatu. Saya sampai takjub ternyata bayi belum dua tahun dah ngerti aja ngisengin dan modusin orang. Contoh keisengan Nja baru-baru ini: Saya lagi tidur, masih liyep2 sih. Nja sama papanya di ruang TV. Sayup-sayup saya dengar papanya lagi ngomongin korek kuping sama Nja. Tahu-tahu Nja masuk kamar, nyamperin saya dan masukin korek kuping ke kuping saya sambil bilang "korek kuping mamah" langsung kaget dong saya, geli! Lalu saya tutup kuping pakai bantal, eh Nja nggak hilang akal nyelip ke bawah bantal dan bilang "korek hidung mamaah". AAAAakkkk... ini anak sapa dah isengnya pol πŸ˜ͺπŸ˜ͺ  Nja cuma ketawa-tawa, pun dengan papanya di luar kamar *menyebalkan* Kalau yang biasanya jadi korban modus tuh Papa Nja. Bisa tiba-tiba Nja minta jalan ke dapur, tapi belok ke tempat parkir motor dan harus mainan motor, atau tiba-tiba pengen ke mesjid tapi pakai motor. Gitu-gitu laah, akalnya ada aja.



----

Kira-kira itu yang bisa diceritakan dari kabar Nja saat ini. Secara motorik halus dan kasar boleh saya bilang pencapaiannya lumayan. Walaupun jujur saya termasuk yang masih jarang ngasih permainan edukatif ke Nja, seperti yang ala-ala montesori dll itu. Padahal permainan edukatif nggak harus bermodal macem-macem. Bisa hanya dengan modal spidol, karet, balon, baskom, atau apapun yang ada di rumah. Permainan jadul macem yang dulu kita (angkatan 90-an) lakukan justru lebih edukatif rasa-rasanya. Mulai dari petak umpet, gobak sodor, rambatan, pasar-pasaran, kemping, dll. 

Baiklaah, kayaknya saya memang harus mulai meluangkan waktu untuk bikinin Nja mainan-mainan yang lebih bermakna selain membaca buku dan cerita. 



\\






You May Also Like

4 Comments

  1. njaa pinterrr :D

    semangat buat mam untuk terus mendampingi ananda ya mam. kerahkan segala usahamu demi membersamai ananda.


    wkwkwk

    nja pinteeerrr iihh. udah seru ya kalau udah bisa diajak komunikasi 2 arah gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah yg koment aku mba midleton, tapi kok bosone indonesia medhok surooboyo?

      njih niki mba Mid, akibat berguru kaliyan mamah2 ambisius jadi Nja harus bisa menyaingi semua anak2 seantero inggris raya.. biar mamah ndak malu kalau dipanggil guru di sekolah.

      Delete
  2. Lihat fotonya Nja memang lucu & pemberani ya. Semoga sehat terus dan jadi hiburan pelepas lelah ibunya :)

    ReplyDelete

Thankyou very much for dropping by. Tapi maaf saya moderasi ya, untuk menghindari spam dan komen dg link hidup. Bila waktunya luang pasti akan saya balas dan kunjungi balik blog kalian :)